
๐๏ธ matabhayangkara.com ( matbar.com ) _ Sangihe.
Ditengah riuh kabar yang beredar tentang dugaan hilangnya dokumen kredit nasabah atas nama, ” AP “, Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ( PIMCAB BRI ) Tahuna, memilih berdiri dibarisan paling depan : menjawab dengan ketenangan, menjelaskan dengan kebijaksanaan, dan bertindak dengan tanggung jawab.
Dalam respon pernyataannya saat diwawancarai ๐๏ธmatabhayangkara.com, diruang kerjanya, Rabu siang, ( 18/02/2026 ), PIMCAB BRI Tahuna menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab, sebab, dokumen bukan sekadar kertas, melainkan simbol amanah dan harapan masyarakat dan setiap kepercayaan nasabah adalah titipan moral yang harus dijaga dengan sepenuh hati.
โ sejujurnya, persoalan terjadi bukan karena ada unsur kesengajaan, sebab, jika mengacu pada aspek hukum, yakni azas praduga tak bersalah, ini juga merupakan musibah bagi kami. Kenapa demikian, sebab, setelah kami telusuri jejak keberadaan dokumen tersebut, ternyata, seberkas dokumen itu pernah dipinjam oleh nasabah untuk dilakukan fotocopy.” ujar PIMCAB dengan nada suara yang meneduhkan.
Meski demikian, bahwa pihaknya akan tetap bertanggung jawab serta menseriusi penanganan masalah ini sampai jelas benang kusutnya.
” Kami akan tetap dan terus menseriusi penanganan kasus dugaan hilangnya dokumen kepegawaian milik nasabah ini yakni dengan bertanggung jawab menerbitkan kembali salinan dengan tidak mengurangi substansi dan fungsi dari dokumen tersebut serta memberikan kompensasi ganti rugi yang hingga saat ini belum menemui titik temu sembari juga melakukan penelusuran terhadap rekam jejak keberadaan dokumen serta penyebab hingga terjadinya persoalan ini. Kami juga secara intens membangun komunikasi untuk mencari win win solution yang tentu demi kebaikan kita bersama dan tidak merugikan salah satu pihak. ” tegas Dafi sambil tersenyum penuh keramahan.
Respon dan sikap bijaksana serta langkah konkrit nyata yang tegas tapi terukur yang dilakukan PIMCAB BRI Tahuna ini, dalam menangani persoalan kasus dugaan hilangnya “dokumen kenangan” milik nasabah AP, patut diacungi jempol.
Upaya ini bukan semata mencari jawaban, tetapi memastikan bahwa kepercayaan masyarakat termasuk para nasabah Bank BRI Tahuna, tetap berdiri kokoh diatas fondasi pelayanan profesionalisme, berbasis kinerja dan tanggung jawab yang sekaligus membuktikan bahwa Bank BRI Tahuna sebagai “Banknya Rakyat Indonesia”, tidak lari dari persoalan, melainkan mengembannya sebagai tanggung jawab. Karena, pelayanan bukan hanya soal transaksi keuangan dan berkas dokumen, tetapi tentang bagaimana menjaga martabat dan rasa aman nasabah yang wajib dilindungi.
Arya _ 173
