
👁️matabhayangkara.com ( matbar.com ) _ Sangihe.
Dalam denyut ekonomi masyarakat pesisir, Pasar Towo berdiri sebagai nadi kehidupan. Dan kini, nadi itu kembali diperkuat.
Bank SulutGo Cabang Tahuna menyalurkan Rp. 212 juta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk renovasi atap pasar — sebuah langkah maju, yang bukan hanya teknis, tetapi simbol dan wujud kepedulian terhadap roda ekonomi rakyat.
Program ini lahir dari sinergi antara Bank SulutGo dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui dinas terkait. Sebuah kemitraan yang menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti hanya pada wacana, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata.
Pimpinan Cabang Bank SulutGo Tahuna, Fernando Mamahit, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari proposal yang diajukan oleh Pemerintah Daerah.
“ Prosesnya sementara berjalan, dan kami sudah berkoordinasi untuk pencairan dana tersebut, ” kata Mamahit dengan nada suara penuh komitmen, ketika diwawancarai sejumlah awak media, diruang kerjanya, Jumat, (24/10/25).
Mamahit menegaskan bahwa pelaksanaan renovasi akan ditangani sepenuhnya oleh pihak pelaksana yang telah ditunjuk Bank SulutGo.
Hasil pekerjaan—rapi, utuh, dan siap digunakan—akan diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam kondisi
’ terima jadi ’.
“ Kami sudah menyiapkan pihak pelaksana yang akan melaksanakan renovasi, ” tambahnya pendek, namun penuh kepastian.
Lebih jauh, ia berharap perbaikan atap Pasar Towo dapat menghadirkan kenyamanan baru bagi para pedagang dan pembeli. Atap yang kuat berarti aktivitas ekonomi yang tak terhambat cuaca, dan itu berarti perputaran rezeki yang mengalir lebih tenang bagi masyarakat.
Dana sebesar Rp. 212 juta tersebut, lanjut Mamahit, sudah termasuk pajak dan difokuskan sepenuhnya pada renovasi atap. Ia memastikan bahwa koordinasi dengan pimpinan Bank SulutGo di Manado terus dilakukan agar realisasi bantuan berjalan sesuai rencana—tanpa jeda, tanpa kompromi.
Langkah ini sekali lagi menegaskan posisi Bank SulutGo bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi mitra pembangunan yang hadir untuk rakyat, menjemput kebutuhan, dan mengokohkan sendi-sendi ekonomi lokal.
Arya _ 173
