
👁️ matabhayangkara.com ( matbar.com ) _ Sangihe.
Kapal Sabuk Nusantara 69 kembali menorehkan prestasi pelayanan yang membanggakan dijalur pelayaran perintis. Ditengah kerasnya gelombang laut dan panjangnya rute kepulauan, kapal ini justru tampil sebagai ikon pelayanan maritim yang nyaris tanpa cela.

Gelombang pujian mengalir dari para penumpang yang merasakan langsung sentuhan pelayanan prima sejak menginjakkan kaki digeladak hingga tiba di pelabuhan tujuan. Senyuman serta keramahan para kru kapal, ketepatan prosedur, serta sikap sigap dalam melayani menjadi pemandangan yang terus berulang sepanjang pelayaran.

Di bawah komando serta managerial sosok nahkoda laki – laki yang takut akan Tuhan dan berparas tampan, Billy Pasandaran, Kapal Sabuk Nusantara 69 tak hanya bergerak menembus samudra, tetapi juga menembus batas kepercayaan publik. Kepemimpinannya disebut sebagai denyut nadi disiplin dan keselamatan, berpadu dengan kerendahan hati dan keteladanan sikap yang menanamkan rasa hormat, tidak hanya diantara sesama awak kru kapal, para penumpang pun ikut merasakannya.

Selain Nahkoda atau yang biasa orang memanggilnya dengan sebutan, kapten kapal atau kep, sikap ramah dan senyuman manis pun, sering ditampakan oleh seorang Srikandi cantik pelaut wanita, Penata Usaha Kapal ( PUK ), Nora Paulus tampil sebagai penjaga harmoni tata kelola pelayanan diatas kapal. Ketelitian administrasi, kejelasan informasi, serta keteraturan pelayanan menjadi bukti nyata bahwa profesionalisme bukan sekadar slogan, melainkan praktik sehari-hari yang hidup diatas Kapal Sabuk Nusantara 69.

Salah seorang penumpang yang sudah tak asing lagi dikalangan para kru kapal, ” Opa Kansil ” pria lanjut usia berdomisili di Kecamatan Manganitu, menuturkan bahwa selama ini dirinya merasa puas sekali dengan pelayanan dan jujur saja katakan, beda dengan sabuk yang lain.
“ rasanya seperti dilayani dikapal kelas utama. ABK nya baik hati dan ramah – ramah, apalagi Kep kapal dan Ibu Seken. Kami merasa aman, nyaman sebab kapalnya bersih dan dihargai sebagai penumpang, ” tutur Opa dengan nada penuh kekaguman.

Apresiasi kekaguman yang senada juga turut disampaikan oleh salah seorang penumpang wanita yang ikut nimbrung dalam percakapan wawancara.
” betul, saya sangat setuju. Kru kapalnya ramah dan sopan serta suka menolong jika kami penumpang ada kesulitan. Kapalnya juga bersih dan dirawat. ” ujar seorang Ibu yang enggan namanya dipublikasikan.


Kehadiran Kapal Sabuk Nusantara 69, kini bukan lagi semata-mata alat transportasi, melainkan simbol kehadiran dan pelayanan serta kepedulian negara kepada warga masyarakat kepulauan. Ia berdiri sebagai saksi bahwa pelayanan publik dapat menjelma menjadi pelayanan yang bermartabat, manusiawi, dan penuh empati.
Apresiasi yang disampaikan penumpang menjadi mahkota atas kerja kolektif seluruh kru kapal. Sinergi antara nahkoda dan jajaran awak kapal menjelma menjadi orkestra pelayanan yang tertata, mengalun serasi antara keselamatan, kenyamanan, dan ketulusan pengabdian.
Dengan rekam jejak pelayanan yang terus menuai pujian, Kapal Sabuk Nusantara 69 layak disebut sebagai duta pelayanan maritim di wilayah kepulauan. Ia bukan sekadar kapal yang berlayar dari dermaga ke dermaga, tetapi kapal yang mengantar harapan, menabur kepercayaan, dan menegaskan bahwa samudra pun dapat menjadi ruang pelayanan yang berkelas.
Arya _ 173
