
👁️matabhayangkara.com ( MATBAR ) _ Sangihe
Ratusan warga yang nampak panik, mendadak memadati dan tumpah ruah dihalaman gedung kantor bersama, Kantor BAPPEDA Sangihe dan Kantor Inspektorat Sangihe serta kawasan sekitar Taman Kota ( TAMKOT ), saat kobaran api disertai percikan seperti bunga api tiba – tiba muncul disamping pintu masuk gedung kantor, tepatnya dimeteran listrik, Senin, ( 22/07/25 ), sekitar pukul 13.15 WITA. Api yang muncul secara tiba-tiba itu diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik alias arus pendek.

Menurut keterangan saksi mata yang enggan menyebutkan namanya yang secara kebetulan saat kejadian berada disekitar lokasi, percikan api pertama terlihat berasal dari meteran listrik. Insiden kebakaran ini pun memicu kepanikan warga sekitar serta terutama para pegawai yang masih berada di dalam gedung kantor.
“ saya sempat kaget saat berjalan melintas dihalaman kantor, tiba – tiba terdengar suara seperti percikan api dan bunyi ledakan yang disertai api, begitu saya lihat, ternyata meteran listrik sudah dalam keadaan terbakar.” ujar salah satu saksi, dengan nada panik.
Beruntung, tak lama berselang, upaya sigap dan tanggap serta berani dari dua orang petugas pemadam kebakaran SATPOL PP, Jimmy Harilama dan Paskal Manansang yang dengan penuh keberanian dan tanggungjawab serta dedikasi, segera turun tangan, berhasil menggagalkan si ” jago merah ” untuk melahap habis gedung kantor beserta seluruh dokumen negara yang notabene merupakan ” jantung pengawasan ” keuangan daerah serta ” dapur ” memasak program kerja daerah. Api berhasil dipadamkan sebelum menyebar ke seluruh ruangan dan gedung, setelah kedatangan beberapa orang petugas PLN yang bergerak cepat dengan memotong kabel listrik induk dari tiang ke gedung.
Dari hasil analisa sementara pihak salah seorang petugas PLN, menyatakan, dugaan sementara mengarah pada hubungan arus pendek listrik.
Terpantau dilokasi kejadian, tidak ada kerugian yang berarti sebab tidak adanya korban jiwa maupun materi. Kondisi gedung kantor pasca kebakaran, berada dalam kondisi baik kecuali fasilitas listrik yang sengaja dipadamkan oleh pihak PLN untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan.
Namun yang jelas, insiden nyaris maut ini kembali menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan instalasi listrik di gedung – gedung pemerintahan, belum menjadi skala prioritas dan dianggap persoalan sepeleh. Namun, jika dilanda kebakaran, tentu akibatnya akan sangat fatal. Jangan sampai aset negara, termasuk dokumen vital pengawasan serta dokumen negara lainnya, hangus terbakar hanya karena kelalaian teknis yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.
Arya _ 173
